Kronologi Pembunuhan ABG 13 Tahun dan Dikubur Setengah Badan, Ternyata Pelakunya Orang Dekat..


Kasus penemuan jasad ABG 13 tahun yang tubuhnya ditanam di tanah, kasus satu ini menghebohkan warga setempat.

Jenazah tersebut ditemukan oleh warga setempat dengan kondisi yang tak biasa.

Setengah tubuh lain masuk terkubur ke dalam tanah sedangkan setengah lainnya tidak.


Kejadian satu ini terjadi di Simalungun, Sumatera Utara. Warga setempat kaget melihat kondisi jenazah tersebut setelah ditemukan.

Belakangan diketahui jenazah adalah ABG usia 13 tahun itu adalah siswa SMP yang hilang dan dilaporkan oleh keluarganya.


Kapolsek Bangun AKP Banuara Manurung menyebut bahwa remaja tersebut awalnya tidak pulang ke rumah sejak Sabtu (4/4/2020).

“Pada hari Senin kemarin, datang keluarga menyampaikan ke Polsek kita, Polsek Bangun, untuk mengabarkan bahwa anaknya tidak pulang ke rumah,” kata Banuara dalam video rekaman wawancara yang diterima Kompas.com, Kamis (9/4/2020).

Menurut Banuara, korban ditemukan tewas di kebun karet milik PTPN III, tepatnya di sekitar Afdeling 2, blok 1 19 TBM 11, Kecamatan Gunung Melala, Simalungun.

“Saat ditemukan, korban separuh badannya ditanam, yang tampak mulai dari dada bagian atas. Dada bagian bawah ditanam, ditutupi daun-daunan, tumbuh-tumbuhan menjalar,” kata Banuara.

Adapun, korban merupakan seorang remaja laki-laki berusia 13 tahun dan masih duduk di bangku kelas VIII sekolah menegah pertama (SMP).

Sementara itu, polisi berhasil menangkap 2 orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan.



Tak disangka terduga pelaku pembunuhan pun adalah remaja yang masih berusia belasan tahun.

Keduanya berinsial RBP (17) dan MA (17). Polisi juga mengatakan bahwa pelaku adalah orang terdekat dari korban.

“Pelaku kenal korban,” kata Banuara.

Polisi awalnya menemui saksi yang pertama kali menemukan jenazah remaja tersebut, yakni S.

Kemudian, di lokasi penemuan jenazah, polisi memasang garis polisi dan melakukan pemeriksaan.

“Kita mencari bukti, menyisir di seputaran TKP. Kita mendapat barang bukti 1 buah cangkul yang diduga untuk menanam korban,” kata Banuara.

Selanjutnya, Polsek menghubungi tim Inafis Polres Simalungun dan selanjutnya membawa jenazah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djasemen Saragih untuk diotopsi.

Mengenai motif dugaan pembunuhan, polisi masih melakukan pendalaman.

Menurut Banuara, saat ini polisi sedang mencari sepeda motor dan ponsel korban yang hilang.

“Sepeda motor dan HP korban masih dicari. Kalau sudah dapat akan ditentukan motifnya,” kata Banuara.

Kekejian perbuatan juga sempat dialami oleh seorang siswi SMP yang dibunuh lalu diperkosa oleh Pembina Pramuka nya sendiri.

Orang tua korban begitu pilu saat pada akhirnya mengetahui kasus tersebut. Perlakuan keji itu dialami oleh seorang siswi SMP berinisial RN (13).

Seorang oknum pembina pramuka di Desa Tebing Kampung, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan berinisial AL(19) membunuh dan memperkosa siswi SMP berinisial RN (13).

Kasat Reskrim Polres OKU AKP Wahyu mengatakan, pemerkosaan dan pembunuhan tersebut terjadi Jumat (3/4/2020) sekitar pukul 09.00 WIB di sekolah RN.

Sebelumnya RN siswi SMP ini sempat diantar orangtua setelah diminta pembina Pramuka ke sekolah.

Hari itu, RN diantar oleh orangtuanya ke sekolah setelah RN mendapat pesan dari pembinanya.

Pesan chat itu dikirimkan oleh pelaku melalui Facebook RN pada malam hari sebelum kejadian.

Dalam pesan itu, AL meminta RN datang ke sekolah untuk mengikuti kegiatan Pramuka.

RN pun tanpa curiga pergi ke sekolah. Sementara RN masuk, orangtuanya menunggu di depan pagar sekolah.

Orangtua Masih Menunggu

Orangtua RN sama sekali tak menyangka, putrinya akan menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan oleh pembina pramukanya di tempat itu.

Setelah bertemu RN, AL meminta RN menuju lapangan belakang sekolah.

“Saat tiba di lapangan itu, korban diminta balik badan. Pelaku lalu memukul dari belakang menggunakan balok kayu,” kata Kasat Reskrim.

Masih Bergerak dan Dibunuh

AL kemudian membawa RN yang pingsan ke hutan belakang sekolah. Pelaku menggerayangi tubuh RN dan mengira RN sudah tewas.

AL yang terkejut melihat RN masih bergerak kemudian menusukkan kayu berulang-ulang ke tubuh RN.

Mirisnya, setelah memastikan RN tewas, AL kembali memperkosa RN.

Orangtua Bingung dan Melapor

Setelah dibunuh, jasad RN diikat dan ditinggalkan di kebun oleh pelaku. Orangtua RN yang masih menunggu anaknya di depan pagar sekolah kebingungan lantaran putrinya tak kunjung keluar.

Oleh orangtuanya, RN dilaporkan hilang setelah lama menunggu hingga sore hari. Tubuh RN ditemukan di belakang sekolah usai upaya pencarian dilakukan.

Polisi pun menangkap oknum pembina pramuka, Aldy dan memeriksa motif di balik pembunuhan dan pemerkosaan tersebut.

“Dugaannya pembunuhan ini sudah direncanakan oleh pelaku,” kata dia.

Sumber: tribunnews.com