5 Trik Ferdian Paleka Berhasil Kabur dan Lolos dari PSBB, Modal Surat Sakti dan Kepoin Jadwal Tugas Polisi

Melakukan pelanggaran hukum saat pandemi seperti ini, ditambah kabur saat penjagaan ketat masa PSBB, sepertinya sulit dilakukan oleh warga sipil biasa.

Namun tidak demikian dengan yang dilakukan Ferdian Paleka yang dalam lima hari menjadi buron.


Cowok 21 tahun ini tetap bisa lolos dari pemeriksaan Pembatasan sosial Berskala Besar (PSBB) yang tengah diberlakukan di berbagai daerah sehingga ia berhasil kabur ke Palembang dan balik lagi ke daerah asalnya, Bandung dengan menggunakan mobilnya.

Untungnya, sebelum sampai ke lokasi kedua, Ferdian yang didampingi teman dan pamannya berhasil diringkus pada Jumat (8/5/2020) dini hari kemarin.

Dari keterangan polisi, Ferdian sudah memikirkan trik agar bisa lolos dari pemeriksaan petugas.

Diduga, ia telah memanfaatkan jam pergantian jaga polisi yang berjaga.

Ia pun akhirnya, mengaku tak hanya bermodalkan kepo jam pergantian tugas (1), tetapi juga ia mengantongi surat keterangan sehat (2) agar bisa dengan mudah bebas keluar masuk check point dari petugas PSBB.

Selain itu, ia juga mengubah penampilan rambutnya dengan mengganti warna rambut (3) sebagai upaya mengelabui petugas.

"Saya cukup menyediakan surat keterangan sehat dari dokter," kata Ferdian yang dikutip dari siaran langsung Kompas Tv dalam program Kompas Petang, Jumat (8/5/2020) kemarin.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol S Erlangga membantah penjagaan di jalan menjadi longgar.

Apalagi, untuk kasus Youtuber prank ini, polisi telah menyebar foto pelaku ke petugas dan warga.

Namun bagaimana pun, ada celah yang akhirnya dimanfaatkan Ferdian untuk kabur.

"Saat petugas berjaga, kemudian berbuka atau sahur, itu diduga dimanfaatkan yah," kata Erlangga, di Polrestabes Bandung, Jumat (8/5/2020).

Disinggung soalnya lemahnya pos penyekatan, Erlangga mengatakan, jajarannya telah melakukan gelar pengamanan untuk penyekatan.


"Kita sudah ada pos penyekatan. Namun mungkin saat bergantian jaga dimanfaatkan," katanya lagi.

Sementara itu, cara lainnya, Ferdian selain mengubah penampilannya dengan cara menghitamkan rambut dan mencukur kumis (4), ia juga menggonta-ganti nomor hp (5) agar tidak terdeteksi polisi.

"Dari dugaan kita dia juga mengubah penampilannya yah. Selain itu, dia juga ganti-ganti nomor ponsel untuk menghidari pelacakan," tambah Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Suhartiono.